Tentang Kami

Blog ini dimaksudkan sebagai salah satu sarana dalam menyediakan informasi seputar akuntansi dan perpajakan di Indonesia, dimana isi dari blog ini berdasarkan dari berbagai sumber dan pengetahuan yang kami miliki. Tentu kami sangat mengharapkan masukan-masukan dari anda agar blog ini dapat lebih memenuhi kebutuhan anda akan informasi yang anda inginkan.

22 November 2008

Kode Perkiraan Akuntansi

Kode perkiraan akuntansi perlu dicantumkan dalam pencatatan akuntansi, tujuannya adalah untuk memudahkan proses pencatatan, pencarian dan penyimpanan serta pembebaban yang dituju pada setiap perkiraan. Oleh karenanya kode perkiraan akuntansi hendaknya mempunyai kriteria seperti, mudah diingat, konsisten, sederhana dan singkat serta memungkinkan adanya penambahan perkiraan akuntansi baru tanpa mengubah kode perkiraan akuntansi yang sudah ada.


Jenis-jenis Kode Perkiraan Akuntansi

Dalam suatu sistem akuntansi perusahaan, pemberian kode perkiraan akuntansi sangat tergantung pada keanekaragaman transaksi dan jumlah transaksi yang terjadi. Semakin banyak dan kompleksitas transaksi yang terjadi akan menyebabkan semakin banyak kode perkiraan akuntansi yang akan digunakan.

Terdapat beberapa kode perkiraan akuntansi yang dapat digunakan biasanya seperti kode numerial, kode desimal, kode mnemonik serta kode kombinasi huruf dan angka. Dalam pembahasan ini hanya membicarakan dua macam kode akun yang biasa digunakan. Kode perkiraan akuntansi yang dibahas adalah kode numerial dan kode desimal.
  1. Kode Numerial. Merupakan cara pengkodean perkiraan akuntansi berdasarkan nomor secara berurutan, yang dapat dimulai dari angka 1, 2, 3 dan seterusnya.
    Contoh: Kode Perkiraan Akuntansi Numerial


    Kode Desimal. Merupakan cara pemberian kode perkiraan akuntansi dengan menggunakan lebih dari satu angka. Setiap angka mempunyai arti, kode desimal ini dapat dibedakan atas kode kelompok dan kode blok.
    • Kode Kelompok. Merupakan cara pemberian kode perkiraan akuntansi dengan mengelompokkan perkiraan akuntansi. Setiap kelompok akun diberi nomor kode masing-masing.


      Sebagai contoh :
      Perkiraan piutang usaha termasuk kelompok perkiraan aktiva diberi nomor 1 untuk aktiva. Kemudian termasuk golongan perkiraan aktiva lancar yang diberikan nomor kode 1, kemudian merupakan jenis aktiva lancar yang ketiga sehingga diberi nomor urut 2, dari cara mengelompokkan tersebut nomor akun piutang usaha diberikan nomor kode tiga angka yaitu 112.
      Agar lebih jelasnya, dapat dilihat pada contoh dibawah ini :


    • Kode Blok. Merupakan pemberian kode perkiraan akuntansi dengan cara memberikan satu blok kode setiap kelompok perkiraan akuntansi. Misalnya aktiva diberikan nomor 100 - 199, Kewajiban diberi nomor 200 - 299, Modal diberikan nomor 300 - 399, Pendapatan nomor 400 - 499 dan Biaya diberi nomor 500 - 599.
      Agar lebih jelasnya, dapat dilihat pada contoh dibawah ini :



1 komentar:

UII Official mengatakan...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

  © Blogger template Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP